PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DITINJAU DARI SEGI PANDANGAN HIDUP BERSAMA

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar belakang

      Pengertian Ideologi berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu edios yang artinya “gagasan” atau “konsep” dan logos yang berarti “ilmu”.Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideologi adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nilai dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi.

            Sebagai ideologi, Pancasila tidak bersifat kaku dan tertutup, tetapi bersifat dinamis dan terbuka.Hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia dapat memperlakukan Pancasila secara luwes dan kreatif.Artinya sebagai ideologi, Pancasila bisa digunakan untuk menghadapi dan menjalani zaman yang terus menerus berkembang sesuai dengan keadaan tanpa mengubah nilai-nilai dasarnya.

Pancasila merupakan dasar negara yang terbentuk melalui proses panjang yang penuh lika-liku perjuangan, baik perjuangan secara moril maupun materiil bahkan jiwa dan raga. Asal mula Pancasila menurut kausalitas dibagi menjadi dua, yakni asal mula langsung dan tak langsung.

      Pancasila sebagai ideologi nasional, memiliki pemahaman dalam sudut pandang budaya bangsa dan bukan melalui sudut pandang kekuasaan, hal ini bermakna bahwa Pancasila bukanlah sebagai alat kekuasaan namun sebagai alat yang menyatukan bangsa dan negara

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa yang dimasud ideologi ?
  3. Bagaimana hakekat dan fungsi ideologi ?
  4. Bagaimana terbentuknya Pancasila ?
  5. Bagaimana Pancasila sebagai ideologi ?

  1. Tujuan Penulisan
  2. Untuk memenuhi tugas UAS Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Untuk mengetahui pengertian ideologi
  4. Untuk mengetahui Pancasila sebagai ideologi serta proses terbentuknya Pancasila

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Ideologi

      Istilah ideologi berasal dari kata “idea” yang berarti gaagsan, konsep, pengertian dasar, cita-cita dan logos berarti ilmu.Secara umum dapat dikatakan, ideology merupakan kumpulan gagasan, ide, keyakinan atau kepercayaan yang menyeluruh dan teratur (sistematis).

      Terdapat dua acuan tentang ideologi dengan isi yang berbeda, bahkan bertentangan.Yang satu dalam pengertian negative dan yang lain dalam pengertian positif.Ideologi ditangkap dalam artian yang negatif karena dikonotasikan dengan sifat yang totaliter yaitu memuat pandangan dan nilai yang menentukan seluruh segi kehidupan manusia secara total, serta secara mutlak menuntut manusia hidup dan bertindak sesuai dengan apa yang digariskanoleh ideologi itu, sehingga akhirnya mengingkari kebebasan pribadi manusia serta membatasi ruang geraknya.Demikian pula istilah “ideologis” dengan sendirinya menurut paham ini sudah mengandung arti negatif pula, sehingga seringkali dipakai untuk mengungkapkan cemooh atau ejekan, karena dibelakangnya sebetulnya tersembunyi kepentingan-kepentingan kekuasaan tertentu.

      Akan tetapi, kalau kita menengok sejarah kemerdekaan negara-negara dunia ketiga di Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang pada umumnya telah mengalami masa-masa penjajahan oleh bangsa lain, ideologi merupakan penegertian yang positif terutama sekitar Perang Dunia II, karena menunjuk kepada keseluruhan pandangan cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin mereka wujudkan dalam kenyataan hidup yang konkrit.Ideologi dalam artian itu bahkan dibutuhkan, karena dianggap mampu membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan, memberikan orientasi mengenai dunia beserta isinya serta antar kaitannya, dan menanamkan motivasi dalam perjuangan masyarakat untuk bergerak melawan penjajahan, dan selanjutnya mewujudkannya dalam sistem dan penyelenggaraan negara.Demikian istilah “Ideologis” diartikan secara positif, karena mengacu kepada karakteristik, makna dan fungsi ideologi yang diyakini mampu memberikan semangat dan arahan yamg positif bagi kehidupan masyarakat yang harus berjuang melawan berbagai bentuk penderitaan dan kemiskinan.

  1. Ideologi : Hakekat dan Fungsinya

      Pada hakekatnya ideologi tidak lain adalah hasil refleksi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya.Antar keduanya yaitu ideologi dan kenyataan hidup masyarakat terjadi hubungan dialektis, sehingga berlangsung pengaruh timbale balik yang terwujud dalam interaksi yang disatu pihak memacu ideologi makin realistis dan dilain pihak mendorong masyarakat makin mendekati bentuk yang ideal.Ideologi mencerminkan cara berfikir masyarakat, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-cita.Dengan demikian terlihatlah bahwa ideologi bukanlah sekedar pengetahuan teoritis belaka, tetapi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi suatu keyakinan.Ideologi adalah satu pilihan yang jelas membawa komitmen untuk mewujudkannya.Semakin mendalam kesadaran ideologis seseorang akan berarti semakin tinggi pula rasa komitmennya untuk melaksanakannya.Komitmen itu tecermin dalam sikap seseorang yang meyakini ideologinya sebagai ketentuan-ketentuan normatif yang harus ditaati dalam hidup bermasyarakat.

      Dari uraian diatas dapat dikemukakan bahwa ideology mempunyai beberapa fungsi, yaitu memberikan :

  1. Srtruktur kognitif, ialah keseluruhan pengetahuan yang merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian dalam alam sekitarnya.
  2. Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.
  3. Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang untuk melangkah dan bertindak.
  4. Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitasnya.
  5. Kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.
  6. Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami, menghayati serta memolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung didalamnya.
  7. Sejarah terbentuknya Pancasila

      Proses terjadinya pancasila dapat di bedakan menjadi dua yaitu asal mula yang langsung dan asal mula yang tidak langsung.Adapun pengertian asal mula tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Asal mula langsung

Pengertian asal mula secara ilmiah filsafati di bedakan menjadi empat yaitu:causa materialis, causa formalis, causa efficient.Adapun rincian asal mual langsung Pancasila menurut Notonegora adalah sebagai berikut :

  1. Asal mula bahan (causa materialis)

Asal bahan Pancasila adalah bangsa Indonesia itu sendiri karena Pancasila di gali dari nilai-nilai, adat-istiadat, kebudayaan serta nilai-nilai religius yang terdapat dalam kehidupan sehari hari bangsa Indonesia.

  1. Asal mula bentuk (causa formalis)

Hal ini di maksudkan bagaimana asal mula bentu atau bagaimana bentuk Pancasila itu di rumuskan sebagaimana termuat dalam Pembukaan UUD 1945. maka asal mula bentuk Pancasila adalah Soekarno bersama-sam denagn Drs. Moh Hatta serta anggota BPUPKI lainya merumuskan dan membahas pancasila terutama hubungan bentuk,rumusan dan nama Pancasila.

  1. Asal mula karya (causa efficient)

Asal mula karya yaitu asal mula yang menjadikan Pancasila dari calon dasar Negara menjadi dasar negara yang satu.Adapun asal mula karya adalah PPKI sebagai pembentuk  Negara dan atas dasar pembentuk Negara yang mengesahkan Pancasila menjadi dasar Negara yang sah, setelah melakukan pembahasan baik yang di lakuakan oleh BPUPKI dan Panitia Sembilan.

  1. Asal mula tidak langsung

Asal mula tidak langsung pancasila bila dirinci adalah sebagai berikut:

  1. Unsur-unsur Pancasila tersebut sebelum secara langsung dirumuskan menjadi dasar filsafat Negara.Nilai-nilainya yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, niali kerakyatan, niali keadilan telah ada dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari  bangsa Indonesia sebelum membentuk Negara.
  2. Nilai-nilai tersebut terkandung dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk Negara, yang berupa nilai-nilai adapt istiadat, nilai kebudayaan serta nilai religius.Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam memecahkan problem kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.
  3. Dengan demikian dapat disimpulakan bahwa asal mula tidak langsung Pancasila pada hakikatnya bangsa Indonesia sendiri, atau dengan kata lain bangsa Indonesia sebagai “Kausa materialis” atau sebagai asal mula tidak langsung nilai-nilai Pancasila.

Berdasarkan uraian di atas, dapat membeikan gambaran pada kita bahwa pancasila itu  pada hakikatnya adalah sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang jauh sebelum  bangsa Indonesia membentuk Negara.

Adapun beberapa pengertian Pancasila yaitu:

  1. Muhammad Yamin

Pancasila berasal dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti sendi, asas dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik.Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik.

  1. Soekarno

Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun temurun yang sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat.Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia.

  1. Notonegoro

Pancasila adalah dasar falsafah negara Indonesia.Berdasarkan pengertian ini dapat disimpulkan bahwa Pancasila pada hakikatnya merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

  1. Berdasarkan Terminologi

Pada tanggal 1 Juni 1945, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI), Pancasila yang memiliki arti lima asas dasar digunakan oleh Presiden Soekarno untuk memberi nama pada lima prinsip dasar negara Indonesia yang diusulkannya.Perkataan tersebut dibisikan oleh temannya, seorang ahli bahasa yang duduk di samping Ir. Soekarno yaitu Muhammad Yamin. Pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya dan keesokan harinya (18 Agustus 1945) mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang di dalamnya memuat isi rumusan lima prinsip dasar negara yang diberi nama Pancasila.

  • Pancasila sebagai Ideologi Persatuan

Seperti kita ketahui, kondisi masyarakat sejak permulaan hidup kenegaraan adalah serba majemuk.Masyarakat Indonesia bersifat multi etnis, multi religious, dan multi ideologis.Kemajemukan tersebut menunjukkan adanya berbagai unsure yang saling berinteraksi.Berbagai unsur dalam bidang-bidang kehidupan masyarakat merupakan benih-benih yang dapat memperkaya khasanah budaya untuk membangun bangsa yang kuat, namun sebaliknya dapat memperlemah kekuatan bangsa dengan berbagai percekcokan serta perselisihan.Oleh karena itu, proses hubungan sosial perlu diusahakan agar berjalan secara sentripetal, agar terjadi apa yang menjadi popular dalam tahun-tahun pertama perjuangan ”samenbundeling van alle Krachten”.Disamping itu, kemerdakaan bangsa Indonesia dicapai lewat revolusi.Penggalangan kekuatan tersebut sangat diperlukan untuk membekali bangsa Indonesia dalam perjuangannya melawan penjajah dan mengusirnya dari bumi Nusantara.

Dengan melihat situasi bangsa sedemikian itu, maka masalah pokok yang pertama harus diatasi pada masa itu adalah bagaimana menggalang persatuan dan kekuatan bangsa yang sangat dibutuhkan untuk mengawali penyelenggaraan negara.Dengan perkataan lain Nation and Character Building merupakan prasarat dan tugas utama yang harus dilaksanakan.Dalam konteks politik inilah Pancasila dipersepsikan sebagai ideologi persatuan.Pancasila diharapkan mampu memberikan jaminan akan perwujudan misi politik itu merupakan hasil rujukan nasional, dimana masing-masing kekuatan sosial masyarakat merasa terikat dan ikut bertanggung jawabatas masa depan bangsa dan negaranya.Dengan demikian Pancasila berfungsi pula sebagai acuan bersama, baik dalam memecahkan perbedaan serta pertentangan politik diantara golongan dan kekuatan politik, maupun dalam memagari seluruh unsure dan kekuatan politik untuk bermain didalam lapangan yang disediakan oleh Pancasila dan tidak melanggarnya dengan keluar pagar.

Karena urgensi untuk memecahkan masalah-masalah politik selama dua dasawarsa dalam penyelenggaraan negara, maka Pancasila dipersepsikan sebagai sintese atau perpaduan yang mempersatukan berbagai sikap hidup yang berada ditanah air kita.Berbagai aliran dan pendirian yang berbeda dipertemukan dalam Pancasila.Pancasila merupakan pagar yang disatu pihak memberikan keleluasaan bergerak, namun dipihak lain memberikan batas-batas yang tidak boleh dilanggar.Pancasila dapat diinterpretasikan secara luas, tetapi bagaimanapun luasnya tidak dapat sedemikian rupa, sehingga meliputi pengertian yang bertentangan.Sebaliknya Pancasila tidak dapat dipersempit, sehingga menjadi monopoli golongan masyarakat tertentu saja.

  • Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

Ideologi nasional bangsa Indonesia yang tercermin dan terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 adalah ideologi perjuangan, yaitu yang sarat dengan jiwa semangat perjuangan  bangsa untuk mewujudkan Negara merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.

Dalam alinea pertama Pembukaan UUD 1945 terkandung motivasi, dasar dan  pembenaran perjuangan (kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan).Alinea kedua mengandung cita-cita bangsa Indonesia (Negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur).Alinea ketiga memuat  petunjuk atau tekad pelaksanaannya (menyatakan kemerdekaan atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa).Alinea keempat memuat tugas Negara/tujuan nasional, penyusunan undang-undang dasar, bentuk susunan Negara yang berkedaulatan rakyat dan dasar Negara Pancasila.

Pembukaan UUD 1945 yang mengandung pokok-pokok pikiran yang dijiwai Pancasila, dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal Batang Tubuh UUD 1945.Dengan kata lain, pokok- pokok pikiran yang terkandung dalamm Pembukaan UUD 1945 itu tidak lain adalah Pancasila, yang kemudian dijabarkan dalam pasal-pasal dari Batang Tubuh UUD 1945.

  • Pancasila sebagai Ideologi Pembangunan

Dengan kesadaran baru yang menumbuhkan berbagai refleksi akan nilai-nilai intrinsik yang selanjutnya mampu memperkaya wawasan Pancasila sebagai Ideologi Pembangunan, terbentuklah legitimasi politik pembangunan yang semakin kuat dengan prioritas utama dibidang ekonomi.Keberhasilan yang nampak terutama dalam pembangunan ekonomi, makin memberikan keyakinan dan rasa percaya diri.Kebijaksanaan yang ditentukan semakin dirasa mantap dan langkah yang diambil makin dilihat dengan gambling.Namun dalam proses pembangunan yang demikian itu, terutama dalam perencanaan pembangunan ekonomi, terbuka kemungkinan masuknya pragmatisme.

Sikap pragmatisme enggan dan bahkan benci pada kerewelan filosofis dan cenderung langsung turun pada perencanaan dan program yang praktis.Sikap pragmatism ini mengandung suatu bahaya.Sebab keengganan untuk mendiskusikan asumsi-asumsi dasar, persepsi dan nilai-nilai yang mendasar sebetulnya menunjukukkan sikap yang tertutup dan menyembunyikan kecenderungannya untuk menentukan sendiri asumsi-asumsi dasar, persepsi dan nilai-nilai mendasar itu secara sepihak, yang pada umumnya hanya menguntungkan kepentingan kelompok kecil yang memegang kekuasaan.Dengan demikian pragmatisme pada dasarnya merupakan ideology tersendiri yang memegang pendirian bahwa pemegang kekuasaan (perencanaan pembangunan ) sekaligus berhak memutuskan nasib rakyat.Pembangunan dengan demikian hanya akan mengutungkan elit tertebtu saja dan tidak memikirkan kepentingan rakyat banayk.

Untuk mencegah masuknya pragmatisme, baik secara terang-terangan maupun secara terselubung, maka GBHN khususnya GBHN 1988 menekankan bahwa pembangunan merupakan pengamalan pancasila.Ini berarti bahwa dimensi-dimensi Pancasila harus tetap diperhatikan sebagai nilai-nilai dasar, sehingga Pancasila memberikan pedoman yang jelas dan mengikat bagi pembangunan yaitu, baik dalam mempersepsikan pembangunan, maupun dalam mengambil kebijaksanaan serta langkah untuk melaksanakan pembangunan.

  • Pancasila sebagai Ideologi dalam Kehidupan Ketatanegaraan

Pancasila merupakan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, dasar negara, falsafah  bangsa Indonesia, identitas/keunikan dan jati diri bangsa Indonesia.Pancasila ini menjadi dasar dan sumber tata tertib hukum (ketatanegaraan) Republik Indonesia.Artinya, susunan dan konsep hukum di Indonesia harus selalu berpedoman kepada Pancasila. Nilai-nilai Pancasila ini kemudian dituangkan ke dalam Pembukaan UUD 1945 terutama alinea IV.Pembukaan UUD 1945 menjadi pedoman dalam menyusun undang-undang dan peraturan- peraturan lainnya dalam struktur ketatanegaraan Indonesia.

  • Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Suatu ideologi adalah terbuka, sejauh tidak dipaksakan dari luar tetapi terbentuk justru atas kesepakatan masyarakat, sehingga merupakan milik masyarakat.Sebaliknya ideologi tertutup memutlakkan pandangan secara totaliter, sehingga masyarakat tidak mungkin mengambil jarak terhadapnya dan tidak mungkin memilikinya.Sebaliknya masyarakat dan bahkan martabat manusia akan dikorbankan untuknya.

Dalam ideologi terbuka terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang bersifat mendasar dan tidak langsung bersifat operasinal.Oleh karena itu setiap kali harus dieksplisitkan.Eksplisitasi dilakukan dengan mengahadapkannya pada berbagai masalah yang selalu silih berganti melalui refleksi yang rasional, sehingga terungkap makna operasionalnya.Dengan demikinan jelaslah bahwa penjabaran ideologi dilaksanakan melalui interpretasi dan reinterpretasi yang kritis.

Ada 3 dimensi yang menunjukkan cirri khas dalam orientasi Pancasila, yaitu:

  1. Dimensi teleologis, yang menunjukkan bahwa pembangunan mempunyai tujuan yaitu mewujudkan cita-cita proklamasi 1945.
  2. Dimensi etis, menunjukkan bahwa dalam Pancasila manusia dan martabat manusia mempunyai kedudukan yang sentral.Seluruh proses pembangunan diarahkan untuk mengankat deraja tmanusia, melalui penciptaan mutu kehidupan yang manusiawi.Dimensi etis menuntut pembangunan yang bertanggung jawab.
  3. Dimensi integral-integratif, yaitu menempatkan manusia tidak secara individualism, melainkan dalam konteks strukturnya.Manusia adalah pribadi namun juga merupakan relasi.

Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi Pancasila adalah sebagai  berikut :

  • Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang  berkembang secara cepat.
  • Kenyataan menunjukkan, bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
  • Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau.
  • Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.
  • Pancasila sebagai Ideologi dalam Pergaulan Indonesia dengan Dunia International

 Pembahasan Pancasila sebagai ideologi dalam pergaulan Indonesia dengan internasional tidak mempersoalkan karakteristik Pancasila sebagai ideologi dan akan memngemukakan  persoalan-persoalan pokok apa yang harus diperhatikan apabila kita mau membawa Pancasila ke dalam pergaulan Indonesia dengan dunia internasional.

  1. Maksud dari pada penampilan Pancasila dalam pergaulan dengan bangsa lain Pokok masalah ini mengandung dua persoalan yang tersangkut dengan dua kemungkina cara kita menampilkan Pancasila dalam pergaulan dengan bangsa lain yaitu:
  2. Menampilkan Pancasila diluar negeri sebagi filsafat hidup, bermasyarakat dan bernegara bangsa Indonesia untuk meyakinkan bangsa lain atau lebih jauh lagi membuat mereka menerima Pancasila sebagai pedoman hidup mereka.
  3. Menjelaskan Pancasila sebagai falsafah hidup, filsafat bermasyarakat dan bernegara berbangsa Indonesia tanpa ada maksud tersebut diatas.
  4. Cara menjelaskan Pancasila dalam kita menjelaskan Pancasila kepada masyarakat luar negeri, diperlukan secara mutlak dua hal:
  5. Kita sendiri harus yakin akan kebenaran Pancasila
  6. Kita harus dapat mengetahui apa yang menjadi permasalahan bagi pihak yang kita ajak berdialog dalam menerima penjelasan kita memang Pancasila itu
  7. Kaitan usaha demikian dengan azas-azas atau prinsip pergaulan antara bangsa yang merdeka dan beradab.

Sebagai anggota PBB kita terikat pada piagam PBB yang mengandung prinsip-prinsip  pergaulan antara bangsa yang menjunjung tinggi kedaulatan, integritas teritorial, kemerdekaan setiap bangsa atas dasar sama derajat dengan tidak memperhatikan besar kecilnya Negara.PBB juga menganut azas universality, non-interference dan larangan menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan.Prinsip-prinsip dalam Piagam PBB ini sama dengan prinsip-prinsip Dasa Sila Bandung dan 5 prinsip hidup berdampingan secara damai yang mulai dikembangkan oleh India di ppertengahan tahun 40-an dengan istilah Panchaseel. Panchaseel India tidak sama dengan Pancasila Indonesia.

  1. Pengaruh dan dampak proyeksi Pancasila ke luar terhadap bangsa-bangsa lain

Dalam usaha menjelaskan Pancasila itu dalam pergaulan Indonesia dengan dunia internasional, mau tidak mau mempunyai pengaruh atau dampak bagi kita sendiri. Dampak dan pengaruh bagi kita sendiri daripada usaha kita memproyeksikan Pancasila ke luar dalam  pergaulan kita dengan bangsa-bangsa lain, itu bermanfaat bagi kita sendiri. Didalam  pertukaran pikiran dengan bangsa lain itu, kita banyak juga belajar dan mengkaji kembali cara kita memikirkan dan berfikir tentang Pancasila.

  1. Dengan adanya pengaruh timbal balik antara Pancasila dengan pemikiran-pemikiran yang ada di luar masyarkat dan bangsa kita, dan konsekuensi bahwa proyeksi Pancasila ke luar demikian ada manfaatnya bagi kita sendiri, adalah perkembangan Pancasila yang tidak terisolir dari apa yang hidup di dunia luar yang luas demikian adalah bahwa Pancasila sebagai falsafah hidup, bermasyarakat dan bernegara dengan pertukaran timbal balik demikian  bertambah kuat.Pancasila bertambah kuat juga ke luar karena pengertian yang kemudian tertanam di dunia internasional tentang Pancasila sebagai filsafat hidup, bermasyarakat dan  bernegara itu mau tidak mau menjadikannya sebagi suatu filsafat yang diakui masyarakat internasional.

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

      Pengertian ideologi adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis.

Pancasila sebagai ideologi menyerupai norma agenda, yaitu norma atau pedoman untuk bertindak atau berbuat.Sesuai dengan dalil bahwa segala sesuatu harus bertindak menurut kodrat masing-masing, maka manusia pun harus bertindak menurut kodrat rasionalnya karena manusia adalah makhluk jasmani-rohani yang berakal budi.

Pandangan hidup bangsa pada dasarnya berpangkal pada kodrat manusia, hanya karena pendapat masing-masing bangsa tentang kodrat manusia itu berbeda, maka menimbulkan pandangan hidup yang berbeda pula.Pandangan hidup bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang merupakan jiwa bangsa Indonesia yang kemudian diwujudkan dalam bentuk tingkah laku dan amal perbuatan menjadi kepribadian bangsa.Kepribadian bangsa yang kuat akhirnya menjelma menjadi pandangan hidup, dan pandangan hidup inilah yang oleh bangsa Indonesia dinyatakan sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia dan sekaligus ideology negara Indonesia.

 

  1. Saran

Sebagai warga Negara yang baik sudah sewajarnya kita mengetahui apa ideologi kita sebagai bangsa Indonesia oleh karena itu kita harus benar-benar yakin dan percaya kepada Pancasila sebagai ideologi karena Pancasila tidak membawa bangsa kita kedalam kehancuran.Pancasila sebagai sebuah gagasan atau hasil pemikiran bangsa Indonesia.Pancasila layak dipelajari dan dikaji oleh seluruh masyarakat seluruh Indonesia.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://www.pengertianpakar.com/2015/03/pengertian-dan-fungsi-pancasila-sebagai-ideologi-negara.html.Diakses pada tanggal 11 Juni 2017.

http://guruppkn.com/pancasila-sebagai-ideologi-nasional.Diakses pada tanggal 11 Juni 2017.

https://menukwiwinpgsd.wordpress.com/2012/12/01/pancasila-sebagai-ideologi-negara/.Diakses pada tanggal 11 Juni 2017.

http://sriekaayumomo.blogspot.co.id/2014/11/makalah-pancasilapancasila-sebagai.html.Diakses pada tanggal 11 Juni 2017.

Moerdiono,dkk.1992.Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat,Berbangsa dan Bernegara.Jakarta:BP-7Pusat.

 

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Sebagai ideologi terbuka:

  1. Nilai-nilai dasar Pancasila bisa berkembang sesuai kebutuhan dan perkembangan masyarakat Indonesia sendiri.
  2. Pancasila harus mampu memberi orientasi ke depan, terutama dlm menghadapi globalisasi dan keterbukaan.
  3. Pancasila menghendaki Indonesia tetap bertahan dengan jiwa dan budaya bangsa Indonesia dalam ikatan NKRI.
  4. Tekad untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Maksudnya bukan jadi asas tunggal kayak pas Orde Baru, tapi jd jiwa berbangsa dan bernegara.

Kenapa Pancasila harus jd ideologi terbuka? Menurut Moerdiono:

  1. Perkembangan masyarakat Indonesia sangat cepat. Jadi nggak semua masalah bisa diselesaikan secara ideologis dengan ideologi sebelumnya.
  2. Bangkrutnya ideologi Komunisme/Marxisme-Leninisme
  3. Pengalaman sejarah politik bahwa Pancasila pernah merosot jadi ancaman dogma kaku.

 

Nilai-Nilai Pancasila

  • Nilai Dasar: Nilai tetap. Contohnya, nilai-nilai yang ada di Pembukaan UUD 1945
  • Nilai Instrumental: Penjabaran nilai dasar. Contoh, UUD 1945 dan peraturan perundangan lain (kebijakan)
  • Nilai Praksis: Realitanya gimana, sesuai nggak penjabaran sama dinamika masyarakat, perkembangan teknologi

Kedudukan dan Fungsi Pancasila

  1. Sebagai Pandangan atau Filsafat Hidup Bangsa (way of life)
  • Sebagai Jiwa Bangsa Indonesia

Lahirnya Pancasila bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia

  • Sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia

Pancasila membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain

  • Sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum

Pancasila menjadi sumber tertib hukum

  • Sebagai Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia

Pancasila adalah perjanjian bangsa Indonesia pada 18 Agustus 1945

  • Sebagai Cita-Cita dan Tujuan Bangsa Indonesia

Cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia yg hendak dicapai: masyarakat Pancasilais

  • Sebagai Filsafat Hidup yang Mempersatukan Bangsa Indonesia
  1. Sebagai Dasar Negara atau Filsafat Negara (staatsidee)

Pancasila memiliki peranan utama dalam mengatur pemerintahan dan penyelenggaraan negara

PRESS RELEASE PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO

NAMA           : ASRILIA ODRI P.

NIM                : D1816017

PRODI           : PERPUSTAKAAN ( A )

 

PRESS RELEASE

PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO

 

 Perpustakaan yang menyediakan koleksi buku dan koleksi non buku yaitu Perpustakaan Proklamator Bung Karno.Perpustakaan tersebut terletak di Blitar Jawa Timur.Salah satu upaya dalam menarik minat kunjung pemustaka yaitu melalui kegiatan promosi.Tujuan dari kegiatan promosi di Perpustakaan Proklamator Bung Karno adalah untuk memeperkenalkan dan menginformasikan kepada masyarakan tentang lembaga, jenis koleksi, dan fasilitas yang dimilikinya sehingga nantinya banyak pengunjung yang berdatangan.

 Perpustakaan Proklamator Bung Karno telah melakukan kegiatan promosi untuk meningkatkan kunjungan pemustaka yaitu dengan mengadakan pameran/bazar buku, lomba-lomba (bercerita, lisensi), ceramah, seminar, dan bedah buku, temu pemustaka, dan penyiaran melalui radio dan koran.Perpustakaan Proklamator Bung Karno sudah lama melakukan kegiatan promosi yaitu sejak Perpustakaan Proklamator Bung Karno didirikan sekitar tahun 2004.Promosi di Perpustakaan Proklamator Bung Karno dilakukan oleh bidang Pelayanan Informasi dan Kerjasama.

 Target sasaran dari Perpustakaan Proklamator Bung Karno yaitu semua kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai/PNS, dan masyarakat umum.

 Pihak Perpustakaan juga melakukan kegiatan publicity dalam bentuk berita yang dimuat di televisi, koran, dan buletin.Selain itu, pihak Perpustakaan Proklamator Bung Karno juga melakukan kegiatan Public Relations seperti pameran, ceramah atau seminar (pemasyarakatan), pawai/karnaval, temu pemustaka, penerbitan buletin, pentas seni, pemutaran film, dan bedah buku.Alasan memilih melakukan promosi dalam bentuk kegitan-kegiatan yang mengarah pada kegiatan Public Relations yaitu karena cara ini merupakan cara yang paling efektif untuk mengajak masyarakat dan efek yang dirasakan pun juga lebih bisa langsung mendatangkan pengunjung ke Perpustakaan Proklamator Bung Karno.Meskipun di Perpustakaan Proklamator Bung Karno tidak memiliki bidang sendiri mengenai kehumasan atau Public Relations tetapi dalam kegiatannya bidang Pelayanan Informasi dan Kerjasama sering melakukan kegiatan Public Relations.

 Media yang digunakan dalam kegiatan promosi di Perpustakaan Proklamator Bung Karno yaitu koran, buletin, brosur, website, facebook, radio, dan televisi.Sedangkan alat promosi yang digunakan yaitu advertising, interactive marketing, dan publicity/Public Relations.

 Dalam penggunaan koran hanya dalam bentuk berita dan tidak digunakan sebagai media iklan, sehingga rancangan pesannya tergantung dari si wartawannya.Koran yang digunakan yaitu Jawa Pos dan berita yang dimuat di koran yaitu mengeni kegiatan yang dilakukan Perpustakaan Proklamator Bung Karno.

 Buletin ditulis oleh para pegawai di Perpustakaan Proklamator Bung Karno. terbit satu tahun dua kali.Isi dari buletin ini sudah bagus karena isinya berkaitan dengan semua kegiatan yang dilakukan pihak perpustakaan.Sedangkan penggunaan televisi masih kurang maksimal karena informasi yang ditayangkan di televisi tidak dalam bentuk iklan melainkan dalam bentuk berita.

Pihak Perpustakaan Proklamator Bung Karno menggunakan radio Mahardika dan Mayangkara sebagai sarana promosi.Selain radio ada Internet yang digunakan oleh pihak Perpustakaan Proklamator Bung Karno yaitu website dan facebook.Website dengan alamat http://www.perpusbungkarno.pnri.go.id/ dan facebook-nya dalam bentuk pages.

Menjalin hubungan dengan media atau media relation sangatlah penting karena media relation akan memudahkan perpustakaan dalam meningkatkan citra melalui pemberitaannya lewat teks yang ditulis oleh media.

Leadership Sebagai Motor Penggerak Entrepreneur

Leadership Sebagai Motor Penggerak Entrepreneur

(Wirausaha di Indonesia baik usaha kecil, menengah, maupun atas)

Oleh :

Asrilia Odri Pramesti ( D1816017 )

D3 Perpustakaan A

FISIP Universitas Sebelas Maret

e-mail : asrilia.odri@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pentingnya leadership dalam berwirausaha serta strategi dalam berwirausaha yang baik dan benar.Pengumpulan data dilakukan secara deskriptif yaitu dengan penelitian perpustakaan.Populasi penelitian ini adalah seluruh wirausaha di Indonesia.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah buku dan jurnal.Wirausaha adalah seorang pemimpin.Berhasil atau tidaknya wirausaha tergantung pada pimpinannya.Ibaratkan mesin tanpa sepeda motor.Tanpa mesin, sepeda motor tidak bisa jalan.Begitupula dengan pemimpin.Rata-rata wirausahawan di Indonesia belum menjadi smart entrepreneur.SMART (Strategic thinker, Motivator, Ambitious, Risk manager, dan Totalitas).Kurangnya stretegi mempengaruhi keberhasilan berwirausaha.Maka, seorang wirausaha harusah berfikir kreatif dan inovatif serta memiliki sikap dan perilaku kerja prestatif.

Kata kunci : pentingnya leadership, SMART, berfikir kreatif, inovatif, perilaku kerja prestatif.

MAKALAH SURAT-MENYURAT

Disusun oleh:

  1. Asrilia Odri
  2. Bondan
  3. Dewi Puspitasari
  4. Diah Ayu Tika N.
  5. Rohma Wardani

PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2017

MAKALAH

SURAT-MENYURAT

Disusun guna memenuhi tugas kelompok mata kuliah bahasa Indonesia semester 2

Disusun oleh:

  1. Asrilia Odri
  2. Bondan
  3. Dewi Puspitasari (D1816035)
  4. Diah Ayu Tika N.
  5. Rohma Wardani

PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan hidaya-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Surat-menyurat ini tepat waktu. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rahmat Setiawan Saefullah selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan tugas ini kepada penulis.

Penulis berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan kepada pembaca tentang Surat-menyurat. Meskipun penulis juga menyadari bahwa makalah ini terdapat kekurangan dari segi materi maupun teknik penyajian. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.

Surakarta, Mei 2017

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                     .ii

KATA PENGANTAR                                                                                   iii

DAFTAR ISI                                                                                                  iv

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah 1
  2. Rumusan Masalah .1
  3. Tujuan Makalah 1

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Definisi Surat 2
  2. Fungsi Surat 2
  3. Bentuk Surat 3
  4. Kaidah Membuat Surat 4
  5. Jenis Surat 8

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan 13
  2. Saran 13

DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Surat merupakan salah satu alat komunikasi tertulis yang memuat informasi, pesan, pernyataan, permintaan, dan atau penawaran. Di kalangan masyarakat, surat sering kali dijadikan sebagai bukti kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau instansi, seperti penyampaian tugas. Penggunaan surat dianggap lebih efisien dan ekonomis dibandingkan dengan media lain, seperti media lisan. Surat-menyurat dapat dilakukan oleh siapa saja dan dikirim ke mana saja sesuai kebutuhan.

Sebuah surat dapat menjadi wakil dari pengirimnya dalam menyampaikan informasi kepada pihak lain. Penulisan surat disesuaikan dengan isi, tujuan, dan penerima surat. Maka, seseorang harus mengetahui jenis-jenis surat dan struktur penulisannya agar surat yang ditulis sesuai sasaran. Dalam makalah ini, penulis akan membahas tentang definisi surat, fungsi surat, bentuk surat,kaidah membuat surat, dan jenis-jenis surat.

Rumusan Masalah

  1. Apakah yang dimaksud dengan surat dan surat-menyurat?
  2. Apakah fungsi surat itu?
  3. Bagaimana bentuk-bentuk surat?
  4. Bagaimana kaidah dalam membuat suatu surat?
  5. Apa saja jenis-jenis surat itu?

Tujuan Makalah

Makalah ini bertujuan memberitahukan kepada pembaca tentang definisi surat, fungsi surat, bentuk surat, kaidah membuat surat, dan jenis-jenis surat untuk menambah informasi pembaca.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Definisi Surat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, surat adalah kertas sebagai data atau keterangan sesuatu yang ditulis. Surat adalah alat komunikasi tertulis yang disampaikan dari satu pihak kepada pihak lain baik atas nama pribadi maupun atas nama instansi.

Surat-menyurat disebut juga korespondensi. Adapun korespondensi adalah suatu kegiatan atau hubungan yang dilakukan secara terus-menerus antara dua pihak yang dilakukan dengan saling berkiriman surat. Koresponden adalah orang yang berhak atau mempunyai wewenang untuk menandatangani surat, baik atas nama perorangan maupun kantor atau organisasi.

  1. Fungsi Surat

Era moderen dewasa ini tidak menyurutkan eksistensi surat dalam kehidupan masyarakat. Surat dapat dijadikan sebagai bukti tertulis sekaligus arsip setiap kegiatan yang dilakukan masyarakat. Surat juga dapat dijadikan sebagai alat pengingat atas hasil yang sudah diputuskan, sebagai sumber legalitas, sebagai bukti historis yang dapat digunakan untuk mengetahui atau menyelidiki suatu kegiatan di masa silam. Dalam urusan kedinasan, surat dapat dijadikan sebagai pedoman dalam bertugas atau melaksanakan kegiatan. Selain itu, surat juga dapat mencerminkan keterpelajaran, mentalitas, dan kewibawaan penulisnya.

Adapun fungsi surat menurut Ade Hikmat dan Nani Solihati (2013: 143-144), sebagai berikut:

  1. Sebagai bukti, fungs surat sebagai alat komunikasi tertulis adalah bukti hitam di atas putih dengan dibubuhkan tanda tangan oleh pihak terkait, biasanya berlaku dalam membuat kerjasama atau perjanjian dengan pihak lain. Hal ini menunjukkan bahwa surat dapat dijadikan sebagai sumber legalitas.

Surat sebagai bukti dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Sebagai alat pengingat, yaitu surat dapat mengingatkan seseorang atau instansi tentang perjanjian yang telah dibuatnya. Ketika seseorang yang mengadakan perjanjian tersebut tidak brtangungjawab, maka surat dapat dijadikan alat peningat untuk mneuntut hal yang tidak sesuai dengan perjanjian. Hal ini menunjukkan bahwa surat sebagai alat pengingat atas hasil yang sudah diputuskan.
  2. Sebagai referensi, yaitu untuk menindaklanjuti suatu penelitian ataupun mengungkap sejarah yang ada karena surat sudah digunakan sejak abad yang lalu. Hal ini menunjukkan fungsi surat sebagai sumber historis.
  3. Sebagai wakil, yaitu seseorang dapat menyampaikan suatu hal tanpa kehadiran prngirim surat tertentu yang disebabkan alasan tertentu. Dengan adanya surat, maka telah mewakili maksud dan tujuan dari keinginan pengirim surat.

Surat sebagai wakil dapat digunakan sebagai alat promosi karena surat-menyurat yang dilakukan oleh instansi meggunakan logo atau ko surat, maka hal tersebut telah menjadi suatu bentuk promosi.

  1. Bentuk Surat

Bentuk surat adalah tata letak atau posisi bagian-bagian surat, termasuk di dalamnya penempatan tanggal, nomor, salam pembuka, salam penutup, tembusan, dan lain-lain Arifin (1987: 14).

Menurut Darma dan Kosasih (2010: 42), terdapat beberapa bentuk surat dinas, yaitu:

  1. bentuk surat penuh (full block syle),
  2. bentuk lurus (block syle),
  3. bentuk stenah lurus (semi block style),
  4. bentuk resmi Indonesia lama,
  5. bentuk Indonesia baru,
  6. bentuk lekuk, dan
  7. bentuk alinea menggantung (hanging intended).

Dalam menulis surat sebaiknya ditentukan menurut kebutuhan agar efisien dan maksimal dalam melakukan pekerjaan. Adapun bentuk surat berperihal menurut Finoza (2009: 4), sebagai berikut:

  1. bentuk resmi Indonesia lama (official style),
  2. bentuk Indonesia baru (new official style),
  3. bentuk lurus penuh (full block style),
  4. bentuk lurus (block style),
  5. bentuk setengah lurus (semi block style),
  6. bentuk bertakuk ( intendent style), dan
  7. bentuk alinea menggantung (hanging paragraph style).
  1. Kaidah Membuat Surat

Dalam menulis surat, seeorang harus memerhatikan aturan, bagian surat, serta beberapa hal terkait dalam surat-menyurat, yaitu:

  1. Syarat Membuat Surat yang Baik

Sebuah surat harus ditulis dengan memerhatikan syarat-syarat dalam membuatnya. Hal ini dilakukan agar tidak menyinggung penerima surat. Syarat tersebut, antara lain:

  1. Memahami permasalahan yang akan disampaikan
  2. Menggunakan bahasa baku dan sopan
  3. Menggunakan bahasa yang lugas, padat, jelas
  4. Mengunakan kata yang umum digunakan
  5. Bagian Surat dan Fungsinya:

Dalam penulisan surat resmi ada bagian-bagian yang harus disertakan, antara lain:

  1. Kop surat (kepala surat)

Kop surat ini berisi nama instansi, alamat lengkap, nomor telepon, logo instansi, nomor faksimile, dan atau website. Bagian ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai identitas pengirim surat.

  1. Tanggal surat

Tanggal surat menunjukkan waktu pembuatan surat. Penulisannya kota, bulan, tanggal, dan tahun pembuatan surat.

Contohnya: Klaten, 27 Maret 2017

  1. Nomor surat

Nomor surat berfungsi untuk memudahka dalam menyimpan surat dan menggunakan kembali. Menurut Kustiawan (2003: 47), setiap surat resmi yang dikeluarkan suatu instansi disertai dnegan nomor. Nomor pada surat resmi berfungsi untuk memudahkan dalam mencari arsip, memudahkan penyimpanan, dan mengetahui banyaknya surat yang keluar.

Contoh:

Nomor: 345/ADM-PB/VI/2011

  1. Lampiran surat

Lampiran surat merupakan lembar tambahan yang disertakan dalam surat utama. Bagian ini biasanya berisi jadwal, daftar riwayat hidup, daftar harga, dan lain-lain.

Contoh:

Lamp.            : dua lembar

  1. Hal atau perihal surat

Setiap surat resmi menggunakan hal atau perihal yang disebut pokok surat. Bagian ini merupakan maksud dan tujuan surat untuk memudahkan pembaca dalam mengetahui tujuan surat yang diirim.

Contoh:

Hal : permintaan Penawaran

  1. Alamat yang dituju

Alamat tujuan suatu surat resmi biasanya ditulis di sampul amplop dan di dalam surat itu sendiri. Penulisan alamat surat harus sopan.

Contoh:

Kepada perseorangan

Yth. Bpk. Kelly Suwardi, S.E.

Jl. Durian 3 No. 231

Jakarta Timur

Atau

Yang terhormat

Bpk. Kelly Suwardi, S.E.

Jl. Durian 3 No. 231

Jakarta Timur

Kepada pejabat pemerintah

Kepada

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi

Jl. Chairil Anwar No. 22

Bekasi Timur

  1. Salam pembuka

Penulisan salam pembuka bertujuan untuk menekankan kesan sopan dari penulis kepada pembaca.

Contoh:

  • Dengan hormat,
  • Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
  1. Kalimat pembuka

Kalimat pembuka dalam surat disebut juga kata pendahuluan karena sebuah surat diperlukan kalimat pemuka untuk mengantarkan pada inti surat dan menarik perhatian pembaca untuk menetahui isi surat.

Conth:

  • Dengan ini kami memberitahuakan bahwa…
  • Dalam rangka melaksanakan…
  • Dengan ini kami sampaikan bahwa…
  • Sesuai dengan surat…, kami kirimkan…
  1. Isi surat

Isi surat merupakan hal terpenting dalam penulisan surat karena berungsi sebagai pokok atau inti surat yag disampaikan. Dalam penulisan surat harus mencerminkan kesopanan agar tidak menyinggung penerima surat.

  1. Kalimat penutup surat

Bagian ini biasanya berisi ucapan terima kasih, pengharapan, dan penegasan surat.

Contoh:

  • Atas perhatian Saudara, kamu ucapkan terimakasih.
  • Meningat pentingnya pertemuan ini, kehadiran Saudara kami harapkan tepat pada waktunya.
  • Atas kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih.
  1. Salam penutup

Salam penutup berfunsi sebagai tanda mengakhiri surat.

Contoh:

  • Hormat kami
  • Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
  1. Tanda tangan

Bagian ini berfungsi sebagai identitas penirim surat dan sebgai tanda legalitas suatu surat.

Contoh:

Hormat kami,

Direktur Utama

Ttd

Hermawan, M.Si.

  1. Tembusan

Tembusan dibuat apabila suatu surat juga ditujukan kepada pihak lain yang berhubungan atau berkepentigan dengan isi surat. Tembusan hanya perlu mencantumkan beberapa yang diikutsertakan dalam surat

Contoh:

Tembusan

Wali Kota

Departemen Agama

  1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan surat:
  2. Ketepatan ejaan
  3. Ketepatan diksi
  4. Penyusunan kalimat
  5. Pengaturan hubungan antarparagraf

Jenis Surat

Jenis surat dibedakan berdasarkan penggunaan dan fungsinya, antra lain:

  1. Berdasarkan kepentingaan isi surat
  2. Surat Resmi

Surat resmi adalah surat yan dikeluarkan oleh suatu lembaga atau instansi yang ditujukan kepada instansi lain atau perorangan untu kepentingan formal. Surat resmi disebut juga surat dinas. Penulisannya menggunakan bahasa baku dan formal. Contohnya surat kedinasan, surat undangan perusahaan, permohonan kepada suatu instansi, dan lain-lain.

  1. Surat Pribadi

Surat ini biasanya dibuat berdasarkan keperluan pribadi, tanpa berpedoman pada kaidah-kaidah pembuatan surat, seperti kop surat. Surat pribadi ditulis atas nama perorangan yang ditujukan kepada perorangan ataupun lembaga untuk kepentingan pribadi.

  • Kepada perorangan, ragam bahasa yang digunakan santai atau bahasa pergaulan. Contoh: surat untuk sahabat atau kerabat.
  • Kepada instansi, bahasa yang digunakan adalah bahasa resmi dan penulisannya sistematis. Contohnya surat lamaran kerja dan surat izin.
  1. Surat Niaga

Surat niaga merupakan surat yang ditulis untuk kepentingan perdagangan atau bisnis. Jenis surat ini biasanya memiliki kekuatan hukum yang lebih besar, karena hampir selalu dibubuhi materai dan memiliki nota kesepahaman antara dua pihak yang terlibat serta dibuktikan dnegan tanda tangan dari pihak yang terkait. Contohnya surat perjanjian kontrak.

Adapun hal yang perlu diperhatikan ketika menulis surat niaga, yaitu:

  • Bahasa yan digunkan harus resmi, karena berhubungan dnegan kelembagaan.
  • Kosa kata baku dan struktur kalimat terperinci serta lengkap.
  • Bahasa yang digunakan tidak basa-bsi dan mengandung nilai etika dan estetika yang logis.
  • Menggunakan kop surat, nomor surat, dan tahun pembuatan surat.
  • Membubuhkan stempel untuk menunjukkan legalitas suatu lembaga.
  • Menyertakan materai yang berfungsi sebagai pengikat hubungan dan kekuatan hukum anatapihak yang terlibat.

Berdasarkan Tujuannya

  1. Surat Undangan

Surat pemberitahuan yang dikirim kepada pihak lain agar pihak lain yang dimaksud datang pada waktu, tempat, acara, atau keperluan yang telah ditentukan. Surat undangan ini biasanya dibuat dalam jumlah banyak.

2. Surat Pemesanan atau Permintaan

Surat pemesanan disebut juga surat permintaan. Surat ini biasanya dibuat oleh calon pembeli kepada penjual yag berisi tentang permintaan infromasi menenai harga, syarat jual-beli, dan katalog dari barang atau jasa yang dibutuhkan. Surat ini biasanya memuat tempat dan tangal surat, nomor dan hal surat, pihak yang dituju, alamat yang dituju, salam pembuka, isi surat, penutup, serta tanda tangan dan nama terang penulis surat yang dibbuhi stempel.

3. Surat Lamaran

Surat lamaran adalah surat yang dibuat sepanjang satu halaman penuh yang berisi tentang informasi pelamar kerja dan permohonan untuk menempati posisi tertentu, biasanya surat lamaran kerja dikirim beserta surat riwayat.

4. Surat Tugas

Surat tugas dalam praktek mengacu pada surat yang biasanya diberikan seorang atasan kepada bawahan untuk melakukan suatu tugas/pekerjaan tertentu.

5. Surat Penawaran

Surat penawaran biasanya dibuat untuk membeitahukan barang atau jasa yang akan dijual beserta keterangannya yang ditujukan kepada calon pembeli dengan harapan agar mengetahui jenis barang yang dibutuhkan sehingga menyebabkan transaksi jual-beli. Surat ini biasanya dibuat karena ada permintaan dari calon pembeli.

6. Surat Pengantar

Surat ini ditujukan kepada perorangan atau lembaga sebagai pengatur atau referensi seseorang untuk berhubungan dengan pihak penerima surat.

Berdasarkan Kerahasiaannya

  • Surat Sangat Rahasia

Surat sangat rahasia adalah jenis surat yang berisi tentang masalah yang sangat penting sehingga tidak boleh dibaca oleh orang yang tidak berkepentingan dan isinya hanya boleh dibaca atau diketahui oleh orang tertentu saja yang memang berhak mengambil keputusan terkait atau menyelesaikannya. Surat sangat rahasia biasa ditandai dengan kode SRHS atau SR pada sampulnya.

  • Surat Rahasia

Surat rahasia adalah jenis surat yang isi suratnya tidak boleh diketahui orang lain, selain yang berhak. Ini karena bila sampai diketahui dikhawatirkan dapat menimbulkan kerugian bagi organisasi atau pejabat yang bersangkutan. Surat jenis rahasia ditandai dengan kode RHS atau R.

  • Surat Konfidensial

Surat konfidensial adalah surat yang isinya haya layak diketahui oleh beberapa pejabat tertentu sebab pesannya memerlukan tindakan kebijaksanaan dari para pejabat tersebut. Misalnya surat hasil rapat pimpinan dan usulan kenaikan pangkat seseorang.

  • Surat Biasa

Surat biasa adalah surat yang apabila isinya diketahui atau dibaca oleh orang lain, maka tidak akan menimbulkan akibat buruk atau merugikan bagi organisasi atau pejabat yang bersangkutan.

Berdasarkan Cara Pengirimannya

  • Warkat Pos

Warkat pos adalah surat tertutup yang terbuat dari sehelai kertas cetakan yang dapat dilipat manjadi amplop. Surat ini berguna untuk menyampaikan berita yang sedikit panjang dalam sehelai kertas, tapi isinya bukan untuk diketahui orang banyak.

  • Telgram

Telgram adalah tanda berita yang tercetak dari jarak jauh dengan bantuan pesawat telegram dalam waktu tertentu dan pesan yang relatif singkat.

  • Surat Bersampul

Surat bersampul adalah surat yang isinya dibuat pada kertas-kertas terpisah dan untuk mengirimkannya kita menggunakan amplop dengan memasukkan kertas surat tersebut kedalamnya.

  • Teleks

Teleks adalah sistem pengiriman pesan dari pusat siaran atau pusat infromasi ke pelanggan dari jarak jauh.

  • Faksimile

Faksimile adalah alat telekomunikasi yang memiliki kemampuan untuk mengirim dan menerima gambar atau tulisan melalui gelombang radio. Biasanya digunakan untuk mengirim surat berharga.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Surat adalah alat komunikasi tertulis yang disampaikan dari satu pihak kepada pihak lain baik atas nama pribadi maupun atas nama instansi. Surat-menyurat disebut juga korespondensi, yaitu suatu kegiatan atau hubungan yang dilakukan secara terus-menerus antara dua pihak yang dilakukan dengan saling berkiriman surat. Fungsi surat, yaitu sebagai bukti, wakil, alat pengingat, referensi, dan promosi. Adapun bentuk surat berperihal, antara lain bentuk resmi Indonesia lama, bentuk Indonesia baru, bentuk lurus penuh, bentuk lurus, setengah lurus, bentuk bertakuk, dan bentuk alinea menggantung. Dalam membuat surat harus memenuhi kaidah pembuatan surat termasuk di dalamnya memahami pokok permasalahan surat dan bagian-bagian surat. Jenis surat dibagi berdasarkan isi, tujuan, kerahasiaan, dan cara pengiriman.

2. Saran

Dalam menyusun surat sebaiknya penulis harus memahami pokok permasalahan yang akan disampaikan agar tidak menyingung pihak penerima. Selain itu, juga harus memahami kaidah penulisan surat dan jenis surat yang akan disampaikan

DAFTAR PUSTAKA

 

http://www.pelajaran.click/2015/07/memahami-pengertian-dan-jenis-jenis.html

http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-teleteks/

http://www.zonasiswa.com/2014/01/jenis-jenis-surat-lengkap.html

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4d240eddc95be/surat-kuasa-dan-surat-tugas

http://yulistia37.blogspot.co.id/2016/08/surat-lamaran-pekerjaan-materi-bahasa_1.html

INFORMASI DI PERPUSTAKAAN NASIONAL

Nama Perpustakaan Nasional didasarkan kepada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1989.Ia merupakan lembaga pemerintah non departemen yang bertanggung jawab langsung kepada presiden.Tugas pokok dari perpustakaan nasional ini ialah untuk membantu presiden dalam menyelenggarakan pengembangan dan pembinaan perpustakaan dalam rangka pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan pelayanan informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan.

 Fungsi dari perpustakaan nasional ini sesuai dengan tugas pokok tersebut sebagian besar ialah :

  1. Membantu presiden dalam merumuskan kebujaksanaan mengenai pengembangan, pembinaan, dan pendayagunaan perpustakaan.
  2. Melaksanakan pengembangan tenaga perpustakaan dan kerja sama antar badan / lembaga termasuk perpustakaan baik dalam maupun luar negeri
  3. Melaksanakan pembinaan atas semua jenis perpustakaan baik perpustakaan di instansi atau lembaga pemerintah maupun swasta yang ada dipusat dan daerah
  4. Melaksanakan pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka dari dalam dan luar negeri
  5. Melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan, dan pelestarian bahan pustaka
  6. Melaksanakan penyusunan naskah bibliografi nasional dan catalog induk nasional
  7. Melaksanakan penyusunan bahan rujukan berupa indeks, bibliografi, subjek, abstrak, dan penyusunan perangkat lunak bibliografi
  8. Melaksanakan jasa koleksi rujukan dan naskah

 Kiranya telah jelas bahwa fungsi dari perpustakaan nasional yang berkaitan langsung dengan pokok pembahasan dalam buku ini ialah fungsinya yang menyeluruh.Selain ia berfungsi sebagai pelestari hasil-hasil budaya bangsa secara keseluruhan, juga dalam pelaksanaannya ia juga melayani para pengguna jasa informasi kepada semua warga negara Republik Indonesia.Bahkan orang asing pun bisa memanfaatan jasa informasi ini dengan persyaratan tertentu.

 Informasi atau sumber-sumber informasi yang ditampungnya tidak terbatas pada bidang-bidang ilmu pengetahuan tertentu saja, akan tetapi sangat menyeluruh.Bahkan sesuai dengan fungsi pentingnya yang lain, semua hasil karya anak bangsa Indonesia sedianya harus disimpan oleh perpustakaan nasional.

 Sekedar contoh, buku-buku dan surat kabar yang diterbitkan pada abad ke-16 dan 17 pun sebagian ada tersedia di perpustakaan nasional.Pe,baca pun bisa melihat-lihat dan memanfaatkan jasa informasi yang ditawarkan oleh perpustakaan nasional, dan tentu saja tidak perlu bayar jika hanya membaca ditempat.

 Dalam struktur organisasinya, perpustakaan nasional membawahkan beberapa bagian unit kerja yang bertanggung jawab langsung kepada perpustakaan nasional, sesuai dengan organisasi yang ada.Sebelum diberlakukan Undang-Undang Otonomi Daerah, perpustakaan nasional secara langsung membawahkan perpustakaan-perpustakaan nasional yang ada di provinsi (sekarang peprustakaan daerah).Namun setelah berlakunya otonomi daerah, perpustakaan daerah berad dibawah tanggung jawab langsung daerah atau provinsi sebagai lembaga penaungnya.Ada hubungan dengan perpustakaan nasional bersifat kondinasi dan pembinaan.

SURAT

Surat adalah alat komunikasi tertulis yang disampaikan dari satu pihak kepada pihak lain baik atas nama pribadi maupun atas nama organisasi atau perusahaan.Korespondensi searti dengan surat-menyurat.Korespondensi adalah suatu kegiatan atau hubungan yang dilakukan secara terus-menerus antara dua pihak yang dilakukan dengan saling berkiriman surat.

Koresponden adalah orang yang berhak atau mempunyai wewenang untuk menandatangani surat, baik atas nama perorangan maupun kantor atau organisasi.Kriteria surat antara lain :

  • Dikemas dalam bentuk yang menarik
  • Bahasanya mudah dimengerti dan dipahami
  • Langsung kepada intinya (tidak bertele-tele)

Fungsi utama sebuah surat adalah sebagai sarana berkomunikasi secara tidak langsung dalam bentuk tertulis yang mudah dilakukan baik dari jarak jauh maupun jarak dekat, dengan biaya mudah.Fungsi-fungsi surat yaitu:

  • Sebagai media komunikasi
  • Sebagai bukti tertulis
  • Sebagai alat pengingat
  • Sebagai bukti historis
  • Sebagai pedoman kerja
  • Sebagai duta organisasi

Dari uraian diatas dapat diketahui beberapa fungsi surat antara lain:

  1. Sebagai bukti tertulis karena surat merupakan sarana komunikasi secara tertulis yang dapat dijadikan bukti yang mempunyai kekuatan hukum.
  2. Sebagai wakil lembaga atau pribadi dari pembuat surat yang membawa pesan, misi atau informasi yang hendak disampaikan kepada penerima.
  3. Sebagai pegangan untuk bertindak dan titik tolak untuk kegiatan
  4. Sebagai catatan/dokumentasi historis dan bahan pengingat seseorang dalam kegiatan atau aktifitasnya dimasa lalu yang bisa dipergunakannya untuk melakukan kegiatan selanjutnya.

Bentuk penulisan surat meliputi :

  • Bentuk lurus penuh (full block style)
  • Bentuk lurus (block style)
  • Bentuk setengah lurus (semi block style)
  • Bentuk indented
  • Bentuk official
  • Bentuk paragraf menggantung.

Jenis-jenis surat antara lain :

  1. Menurut Wujudnya
  • Kartu Pos
  • Warkat Pos
  • Surat Bersampul
  • Memorandum & Nota
  • Telegram
  1. Menurut Tujuannya
  • Surat Pemberitahuan
  • Surat Perintah
  • Surat Permintaan
  • Surat Peringatan
  • Surat Panggilan
  • Surat Susulan
  • Surat Keputusan
  • Surat Laporan
  • Surat Perjanjian
  • Surat Penawaran
  1. Menurut Sifat Isi dan Asalnya
  • Surat pribadi
  • Surat resmi atau surat dinas atau biasa disebut dengan naskah dinas
  • Surat niaga
  1. Menurut Jumlah Penerima
  • Surat Biasa
  • Surat Edaran
  • Surat Pengumuman
  1. Menurut Keamanan Isinya
  • Surat Sangat Rahasia
  • Surat Rahasia
  • Surat Biasa
  1. Menurut Jangkauannya
  • Surat Intern
  • Surat Ekstern

Fungsi surat resmi atau surat dinas atau naskah dinas:

  1. Sebagai dokumen tertulis dan bukti hitam di atas putih.
  2. Sebagai alat pengingat, karena surat itu dapat diarsipkan sehingga mudah dicari apabila di perlukan.
  3. Sebagai bukti sejarah, seperti pada surat-surat tentang perubahan perkembangan suatu instansi.
  4. Sebagai pedoman kerja, seperti surat keputusan dan surat instruksi.

Ciri-ciri surat resmi atau surat dinas atau naskah dinas:

  • Menggunakan instrument yang sesuai termasuk ukuran kertas, jenis & warna, tinta, serta bentuk tulisan.
  • Memakai bentuk surat yang standar.
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baku dengan penyampaian singkat, lugas, jelas dan santun, serta menyajikan fakta yyang benar jika diperlukan.
  • Menghindari kata-kata singkatan dan tidak umum, perhatikan kerapihan dan kebersihan.

Surat pribadi dibagi menjadi:

  • Surat pribadi resmi
  • Surat pribadi tidak resmi
  • Surat niaga terdiri dari :
  • Surat jual beli
  • Kuitansi
  • Perdagangan

Surat niaga dibagi menjadi :

  • Surat niaga intern
  • Surat niaga ekstern

Surat niaga terdiri dari:

  • Surat Perkenalan
  • Surat Permintaan
  • Surat Penawaran (offerte), yaitu surat yang dibuat oleh penjual kepada calon pembeli
  • Surat Pesanan (order), yaitu surat yang dibuat calon pembeli kepada penjual yang berisi pesanan pembelian barang-barang
  • Surat Tuntutan
  • Surat Tagihan
  • Dokumen Niaga.

DIGITASI PERPUSTAKAAN

Pada tahap pembangunan dan pemberdayaan perpustakaan, perhatian diarahkan pada penyelesaian bangunan fisik, penyediaan sarana lainnya seperti utilities, jaringan informasi, pengisian dengan isi materi koleksi.Pada tahap pengembangan perpustakaan secara umum, termasuk pengembangan fungsi dan program kegiatan, serta pengembangan koleksi terus menerus.Untuk kategori operasi,fokusnya makin diberikan pada pengembangan organisasi pengelola, pengembangan sistem operasi perpustakaan, pelaksanaan pemberian pelayanan, pembuatan program-program baru, sebagai upaya untuk makin mandiri dengan mengurangi ketergantungan pada sumbangan, serta mobilisasi dana dan sumber daya, baik secara berkala maupun permanen.

Penjelasan ini untuk meyakinkan semua pihak bahwa rangkaian pekerjaan yang harus dilakukan kedepan masih sangat panjang, karena itu haarus dilakukan dengan sebaik-baiknya melalui digital sinergisitas peran dan fungsi semua pihak.Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melayani 1 orang pengguna jasa perpustakaan dalam pelayanan sirkulasi kurang lebih 3 sampai dengan 5 menit.Apabila menggunakan sistem computer, dibutuhkan waktu kurang dari 30 detik.Hal ini mengindikasikan bahwa perpustakaan yang masih menggunakan sistem konvensional kurang optimal dalam hal pelayanan.Salah satu jawaban atas permasalaha tersebut adalah adanya suatu aplikasi program perpustakaan yang serba computer (perpustakaan digital).

Digitasi perpustakaan merupakan salah satu jawaban terhadap pelayanan sirkulasi dan pelayanan informasi yang selama ini dikeluhkan masyarakat pengguna jasa perpustakaan.Hal ini tentunya dapat mengeliminir image negative terhadap perpustakaan beralih fungsi menjadi tempat nongkrong, gossip, dan sebagainya.Perpustakaan tidak dapat memainkan perannya yang signifikan sebagai bagian dalam dunia informasi, baim yang bersifat ilmiah, edukatif, rekreatif, ataupun fungsi-fungsi lainnya.

Keunggulan perpustakaan digital adalah :

  • Layanan jarak jauh (long distance service)
  • Akses yang mudah
  • Murah (cost effective)
  • Pemeliharaan koleksi secara digital
  • Jawaban yang tuntas
  • Jaringan global

Manfaat perpustakaan digital adalah :

  1. Sebagai sumber pengetahuan
  2. Media penyebaran pengetahuan
  3. Untuk penyimpanan
  4. Untuk perawatan atau preservasi
  5. Media promosi atau etalase hasil karya civitas akademika
  6. Mencegah duplikasi dan plagiat

Perpustakaan digital secara ekonomi lebih menguntungkan dibandingkan dengan perpustakaan trdisional.Chapman dan Kenney (1996), mengemukakan 4 alasan yaitu :

  1. Institusi dapat berbagi koleksi digital
  2. Koleksi digital dapat mengurangi kebutuhan terhadap bahan cetak pada tingkat local
  3. Penggunaannya akan meningkatkan akses elektronik
  4. Nilai jangka panjang koleksi digital akan mengurangi biaya berkaitan dengan pemeliharaan dan penyampaiannya

TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI STRATEGI

Perpustakaan sebagai tempat koleksi tentu saja tidak lepas dari penyediaan tempat atau ruangan untuk menampung dan menyimpan koleksi buku.Semakin banyak koleksi yang tersedia, maka semakin banyak tempat yang terpakai.Penyediaan ruangan yang besar tidak lepas juga dari biaya penyediaan tempat dan perawatan.Termasuk dalam komponen biaya adalah pemeliharaan rak dan buku itu sendiri.

Bahan pustaka dimungkinkan untuk disediakan dalam bentuk digital karena lebih hemat, aman, dan mudah diakses.Penataan buku secara manual, yang sering kita jumpai, kadang pengguna mengabil dengan acak, malas, atu kesulitan untuk mengembalikan lagi ditempat semula.

Dilain bidang, kita bisa membayangkan apa yang terjadi pada pengelola yang mengurus, menulis, merekap, membuat catatan, serta menghitung biaya secara manual.Bukan tidak mungkin terjadi kesalahan administrasi dan lamanya waktu untuk menyelesaikan.

Teknologi informasi menjadi senjata yang ampuh untuk mempercepat kinerj, mengetahui posisi didalam, mengetahui tantangan diluar, dan menjadi dasar untuk pengambilan keputusan serta penetapan kebijakan berdasarkan data-data akurat yang diperoleh melalui kecanggihan teknologi informasi.Dari sinilah penerapanteknologi informasi disutu instansi menjadi tolak ukur kemajuan instansi tersebut dan member pengaruh dalam kenerja.

Terjadinya revolusi digital, masyarakat dunia telah mengalami perubahan dari masyarakat industri ke masyarakat informasi.Aktivitas dan cara berkomunikasi masyarakat dalam kehidupan sosial, perdagangan, ekonomo, penelitian, dan pendidikan telah berubah secara mendasar sejalan dengan kemajuan teknologi, informasi, dan telekomunikasi.

Prediksi masa mendatang teknologi informasi akan menjadi :

  • Information Superhighway, yaitu perpindahan dan lalu lintas informasi yang sangat cepat
  • Information Appliance, yaitu penerapan informasi (teknologi) disegala bidang
  • Digital and Virtual Libraries, yaitu perpustakaan berbasis digital dan virtual (gambar)
  • Teleworking, yaitu pekeraan yang dikerjakan secara jarak jauh

Selain itu, kemajuan suatu bangsa tercermin dari penguasaan IPTEK.Olh sebab itu, sewajarnya informasi IPTEK didapat secara mudah, cepat, akurat, dan terjangkau bagi selurug golongan masyarakat.Untuk itu diperlukan suatu usaha mendapatkan kemudahan akses dalam memperoleh informasi yang terpadu.Pada dasarnya informasi teknologi harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa adanya diskriminasi, baik golongan maupun kelompok intelektual.

FAKTOR PENGGERAK TEKNOLOGI INFORMASI

Penemuan dunia internet menambah kekayaan media untuk mempercepat ketersediaan dan pertukaran informasi diseluruh dunia.Banyak manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya teknologi informasi, awal mula TI di prakarsai dengan kehadiran komputer, hampir setiap instansi maupun orang saat ini menggunakan komputer.Hal inilah yang menjadi sebab penggunaan dan penerapan teknologi komputer di suatu instansi menjadi ukuran kemajuan, tidak terkecuali di perpustakaan.

Faktor penggerak meningkatnya tuntutan penggunaan teknologi informasi di perpustakaan adalah :

  1. Kemudahan mendapatkan produk teknologi informasi
  2. Harga semakin terjangkau untuk memperoleh produk teknologi informasi
  3. Kemampuan teknologi informasi
  4. Tuntutan layanan masyarakat serba “klik”

Perpustakaan sebagai sentral koleksi ilmu pengetahuan dan informasi tentu saja memuat berbagai macam jenis dan literature baik itu berupa buku, jurnal, bulletin, koran, kliping, dan sebagainya yang disediakan sebagai bahan alternative rujukan oleh pemakai.Banyaknya koleksi katalog yang dimiliki memiliki kewajiban untuk ditata sedemikian rupa sehingga pemakai yang akan menggunakan mudah untuk mencari dan mendapatkan.Tata aturan penataan koleksi menjadi sesuatu yang penting untuk diperhatikan.

Kegiatan penataan koleksi buku dengan aturan yang sudah baku untuk instansi tertentu dan kemudian dipahami akan menjadi aturan dan pedoman yang digunakan sehari-hari.Aturan penamaan catalog antar instansi maupun perguruan tinggi bisa berbeda-beda.Diantara aturan penataan catalog adalah pembuatan penamaan kelompok, indeks, jenis termasuk keterangan tambahan, seperti nama pengarang, penerbit, tahun penerbitan, dan cetakan.Sistem yang sudah tertata dan dianggap baik disuatu instansi ataupun kantor akan menjadi kebiasaan yang rutin.Kebiasaan yang rutin ini menjadi sebuah kebudayaan ditempat pemakainya yang sulit untuk diubah karena memang sudah dipercaya paling baik dan tepat.Rutinitas adalah sebuah pola perputaran waktu yang sudah menjadi kebiasaan.

Dengan teknologi informasi kita mampu mengotomatiskan perputaran sehingga akan mempercepat kerja dari rutinitas tersebut.Penerapan teknologi akan sangat membantu banyak seklai kerja, lebih efektif dan efisien baik secara waktu, tenaga, pekerjaan dan modal.Bukan hnaya rutinitas, dengan teknologi informasi pekerjaan yang tadinya tidak mungkin dikerjakan menjadi ada altrenatif untuk menjembatani.